Tokoh Publik: Chairul Tanjung (CT)
3 unsur kepribadian CT yaitu
Id, Chairul Tanjung atau yang biasa disebut CT, merupakan pengusaha yang sangat sukses bukan hanya dalam satu bidang saja, melainkan dalam berbagai bisnis. Si Anak Singkong begitu ia akrab disapa, merupakan lulusan dari Universitas Indonesia, dan hal yang menarik adalah bahwa CT merupakan lulusan dari jurusan Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG-UI) periode 1981-1987. CT merupakan tokoh muda yang berhasil menjadi tokoh bisnis, baik bisnis bidang property, perbankan dan tokoh media massa. Seorang tokoh serba bisa yang sangat menentukan keadaan Indonesia dimasa kini dan yang akan datang. CT juga seorang pekerja keras, bersih dari segala tuduhan korupsi.
Ego, Chairul Tanjung merupakan sosok yang sangat humble dan suka bergaul dengan teman-temannya. Ketika iya masih berstatus sebagai mahasiswa, CT sangat aktif, baik dibidang social maupun di bidang akademik. Mengingat Chairul Tanjung berasala dari keluarga yang sederhana, ayahnya merupakan seorang pejuang politik pada masa orde baru, maka sifat ayahnya yang kristis pun menjadi turun kepada Chairul Tanjung. Pada masa kuliah, Chairul Tanjung berusaha sangat keras untuk membiayai kuliahnya sendiri, dia membuat usaha Foto Copy, ini ia jalankan di sekitar kampusnya sendiri. Dalam usahanya, CT memberikan harga yagn lebih murah dalam Fotocopy dokumen disbandingkan dengan usaha Fotocopy di tempat yang lain, hal ini ia lakukan agar ia mendapatkan pelanggan tersendiri. Bisnis nya ini ia jalankan di kampus nya sendiri. Disamping itu CT juga aktif dalam berbagai aksi social, baik yang diselenggarakan oleh kampusnya sendiri maupun dari luar kampus.
Superego, dengan begitu aktifnya CT, maka tidak heran jika banyak pejabat-pejabat Negara maupun orang-orang penting yang sudah akrab dengannya. Dengan banyaknya orang orang penting yang ia kenal, maka pola pikir CT pun semakin berkembang dan ia mengaplikasikannya d
Selasa, 22 Maret 2016
Sabtu, 23 Januari 2016
Tugas 12
A.
Pengertian Urbanisasi
Urbanisai
adalah suatu proses perpindahan penduduk dari desa ke kota atau dapat pula di
katakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan
(urbanisme). Variabel-variabel yang menentukan organism atau gaya hidup kota
adalah luas, kepadatan dan heterogenitas.
Dalam
pembahasan mengenai masalah urbanisasi apabila di lihat dari kacamata sosiolog
adalah menunjuk kepada terjadinya tiga gejala sosial yang saling berkaitan
dengan erat yaitu a) urbanisasi itu sendiri,b) detribalisasi, dan c)stabilisasi
(Daldjoeni, 1999).
B.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Urbanisai
Sebenarnya
factor-faktor yang mempengaruhi urbanisasi banyak sekali, namun secara ringkas
dapat diklarifikasikan menjadi dua bagian yaitu : a) Faktor Pendorong (push
factor), yaitu faktor-faktor yang ada pada masyarakat pedesaan itu sendiri yang
mendorong penduduk desa untuk meninggalkan daerah tempat kediamannya, dan b)
faktor pendorong (pull factor), yaitu faktor-faktor yang ada di perkotaan dan
mampu menarik penduduk desa untuk pindah dan menetap di perkotaan.
1.
Faktor pendorong (push factors)
Seseorang
akan meninggalkan desanya karena adanya dorongan-dorongan sebagai berikut :
– Timbulnya kemiskinan di desa
– Kegagalan panen
– Peraturan adat yang kuat
– Kurangnya sarana pendidikan
– Pengembangan diri
– Perang antar kelompok (desa)
2.
Faktor penarik (pull factors)
Disamping
faktor pendorong dari desa masing-masing, ada satu faktor lagi yang seakan
mengundang dan menawarkan sesuatu sehingga menyebabkan penduduk desa pergi
berbondong-bondong pergi ke kota dan menetap yaitu factor penarik. Faktor
penarik ini adanya di kota. Faktor-faktor tersebut adalah :
– Di kota banyak pekerjaan
– Pekerjaan lebih sesuai dengan
pendidikan
– Mengangkat status sosial
– Mengembangkan usaha di luar bidang
pertanian
– Fasilitas pendidikan lebih banyak
– Modal lebih banyak
– Tingkat budaya lebih tinggi
C.
Akibat Urbanisasi
Urbanisasi
selain berakibat terhadap daerah tujuan yaitu kota juga berakibat terhadap
daerah asal yaitu desa. Secara ringkas akibat urbanisasi adalah sebagai berikut
:
Berkurangnya
tenaga kerja di desa
Terbentuknya
daerah suburban
Terbentuknya
daerah kumuh(slump)
Meningkatnya
tunakarya (gelandangan)
D.
Usaha-Usaha Penaggulangan Urbanisasi
Melihat
akibat sosial yang di timbulkan urbanisasi sangat kompleks, maka untuk
menaggulangi urbanisai tidak bisa dilakukan secara sektoral, tetapi harus
lintas sektor yang memerlukan
perencanaan yang matang dalam waktu yang panjang. Cara menanggulangi urbanisasi
adalah dengan cara sebagai berikut :
1.Lokal
jangka pendek
Lokal
jangka pendek di bagi lagi menjadi 5 cara yaitu :
Perbaikan
perekonomian pedesaan
Pembersihan
pemukiman kumuh
Perbaikan
pemukiman kumuh
Memperluas
lapangan kerja
Membuka
dam melaksanakan proyek perkotaan
2.
Lokal jangka panjang
Salah
satu cara untuk menanggulangi urbanisasi yang besar adalah dengan membuat
master plan(rencana induk) kota yaitu suatu rumusan tindakan-tindakan yand
dapat menjaga agar sejumlah faktor-faktor yang ada di di kota seperti
pembangunan perumahan,lapangan kerja,taman kota,tempat rekreasi dan lain
sebagainya dapat tumbuh secara bersamaan dan imbang. Master plan ini berjangka
waktu yang panjang, dan setiap 5 atau 10 tahun sekali harus di revisi supaya
menyesuaikan dengan keadaan.
3.
Nasional jangka pendek
Selain
cara di atas (local / sektoral) ada pula cara lain yaitu dengan cara
nasional.Pemerintah dapat membuat peraturan perundang-undangan mengenail
masalah migrasi.
Tugas 11
AGAMA
DAN KERUKUNAN MASYARAKAT
Indonesia adalah termasuk negara yang
penduduknya majemuk dalam suku, adat, budaya dan agama. Kemajemukan dalam hal
agama terjadi karena masuknya agama-agama besar ke Indonesia.
Perkembangan
agama-agama tersebut telah menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang
beragama, dimana kehidupan keagamaan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan
masyarakat dan bangsa Indonesia. Suatu bukti dalam hal ini dapat dilihat dalam
kenyataan bahwa sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk melepaskan diri dari
belenggu penjajah, sangat dipengaruhi antara lain oleh motivasi agama. Selain
itu inspirasi dan aspirasi keagamaan tercermin dalam rumusan Pancasila dan
Undang-Undang Dasar 1945.
Proses
penyebaran dan perkembangan agama-agama di Indonesia berlangsung dalam suatu
rentangan waktu yang cukup panjang sehingga terjadi pertemuan antara yang satu
dengan yang lainnya. Dalam pertemuan
agama-agama tersebut timbullah potensi integrasi dan potensi kompetisi tidak
sehat yang dapat mengakibatkan disintegrasi.
Potensi
integrasi diartikan sebagai suasana keharmonisan hubungan dalam dinamika
pergaulan terutama intern umat beragama dan antar umat beragama. Potensi
integrasi tersebut tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai luhur bangsa
Indonesia sebagaimana tercermin dalam suasana hidup kekeluargaan, hidup
bertetangga baik dan gotong royong. Hal ini dapat dilihat dari hubungan
harmonis dalam kehidupan beragama seperti saling hormat menghormati, kebebasan
menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya, saling bersikap toleransi, sehingga
dalam sejarah bangsa Indonesia tidak pernah terjadi perang antar penganut
agama. Hubungan kerjasama antar pemeluk agama terlihat dalam kehidupan
sehari-hari, seperti saling tolong-menolong dalam pembangunan tempat ibadah dan
dalam membangun bangsa dan negara. Potensi kompetisi berarti suasana saling
persaingan dalam dinamika pergaulan, baik intern umat beragama maupun antar
umat beragama. Kompetisi ini dapat berjalan secara baik atau dalam suasana
damai, dan dapat pula terjadi dalam berbagai bentuk pertentangan, benturan atau
friksi. Dalam sejarah kehidupan keagamaan di Indonesia diakui pernah terjadi
ketegangan atau friksi, namun masih dalam batas-batas kewajaran sebagai suatu
dinamika dalam hubungan pergaulan atau interaksi antar umat beragama.
Salah
satu penyebab terjadinya ketegangan atau konflik dalam kehidupan beragama
adalah akibat politik pecah belah (devide et impera) penjajah. Dalam usaha
politik tersebut pihak penjajah sering memanfaatkan perbedaan agama atau paham
agama untuk menumbuhkan atau mempertajam konflik¬-konflik di kalangan bangsa
Indonesia yang sedang berjuang menentang pemerintahan colonial. Suasana
ketegangan dan pertentangan dalam kehidupan beragama yang akarnya telah
ditanamkan oleh penjajah terbawa pula ke dalam alam kemerdekaan. Gejala-gejala
terjadinya perselisihan antar umat beragama muncul ke permukaan sekitar akhir
tahun 1960 an. Di antaranya adalah kasus perusakan tempat-tempat ibadah dan
cara-cara penyiaran agama kepada orang yang telah memeluk suatu agama. Kompetisi
tidak sehat yang berakibat disintegrasi dan perselisihan cenderung nampak
berjalan terus, sekalipun benturan fisik tidak pernah terjadi. Kata kerukunan
dari kata rukun berasal dari bahasa Arab, ruknun (rukun) jamaknya akan berarti
asas atau dasar, misalnya rukun Islam, asas Islam atau dasar agama Islam. Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti rukun adalah sebagai berikut :
Tugas 10
ILMU
PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN
Pengertian
Ilmu dan Ilmu Pengetahuan.
Batas
kajian ilmu adalah fakta sedangkan batas kajian filsafat adalah logika atau
daya pikir manusia. Ilmu menjawab pertanyaan “why” dan “how” sedangkan filsafat
menjawab pertanyaan “why, why, dan why” dan seterusnya sampai jawaban paling
akhir yang dapat diberikan oleh pikiran atau budi manusia (munkin juga
pertanyaan-pertanyaannya terus dilakukan sampai never ending)..n oleh
Heidegger, setiap telaahan filosofis terdapat unsur metafisik.
1.
ilmu adalah pengetahuan yang bersifat umum dan sistematis, pengetahuan dari
mana dapat disimpulkan dalil-dalil tertentu menurut kaidah-kaidah umum. (Nazir,
1988)
2.
konsepsi ilmu pada dasarnya mencakup tiga hal, yaitu adanya rasionalitas, dapat
digeneralisasi dan dapat disistematisasi (Shapere, 1974)
3.
pengertian ilmu mencakup logika, adanya interpretasi subjektif dan konsistensi
dengan realitas sosial (Schulz, 1962)
4.
ilmu tidak hanya merupakan satu pengetahuan yang terhimpun secara sistematis,
tetapi juga merupakan suatu metodologi
Empat
pengertian di atas dapatlah disimpulkan bahwa ilmu pada dasarnya adalah
pengetahuan tentang sesuatu hal atau fenomena, baik yang menyangkut alam atau
sosial (kehidupan masyarakat), yang diperoleh manusia melalui proses berfikir.
Itu artinya bahwa setiap ilmu merupakan pengetahun tentang sesuatu yang menjadi
objek kajian dari ilmu terkait.
alam
pengertian lain, pengetahuan adalah berbagai gejala yang ditemui dan diperoleh
manusia melalui pengamatan inderawi. Pengetahuan muncul ketika seseorang
menggunakan indera atau akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian
tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya. Misalnya ketika
seseorang mencicipi masakan yang baru dikenalnya, ia akan mendapatkan
pengetahuan tentang bentuk, rasa, dan aroma masakan tersebut.
Pengetahuan
yang lebih menekankan pengamatan dan pengalaman inderawi dikenal sebagai
pengetahuan empiris atau pengetahuan aposteriori. Pengetahuan ini bisa
didapatkan dengan melakukan pengamatan dan observasi yang dilakukan secara
empiris dan rasional. Pengetahuan empiris tersebut juga dapat berkembang
menjadi pengetahuan deskriptif bila seseorang dapat melukiskan dan
menggambarkan segala ciri, sifat, dan gejala yang ada pada objek empiris
tersebut. Pengetahuan empiris juga bisa didapatkan melalui pengalaman pribadi
manusia yang terjadi berulangkali. Misalnya, seseorang yang sering dipilih
untuk memimpin organisasi dengan sendirinya akan mendapatkan pengetahuan
tentang manajemen organisasi.
Selain
pengetahuan empiris, ada pula pengetahuan yang didapatkan melalui akal budi
yang kemudian dikenal sebagai rasionalisme. Rasionalisme lebih menekankan
pengetahuan yang bersifat apriori; tidak menekankan pada pengalaman. Misalnya
pengetahuan tentang matematika. Dalam matematika, hasil 1 + 1 = 2 bukan
didapatkan melalui pengalaman atau pengamatan empiris, melainkan melalui sebuah
pemikiran logis akal budi. Pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang
diketahui atau disadari oleh seseorang. Pengetahuan termasuk, tetapi tidak
dibatasi pada deskripsi, hipotesis, konsep, teori, prinsip dan prosedur yang
secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna.
Ilmu
Pengetahuan adalah suatu proses pemikiran dan analisis yang rasional,
sistimatik, logik dan konsisten. Hasilnya dari ilmu pengetahuan dapat
dibuktikan dengan percobaan yang transparan
dan
objektif. Ilmu pengetahuan mempunyai spektrum analisis amat luas, mencakup
persoalan yang sifatnya supermakro, makro dan mikro. Hal ini jelas terlihat,
misalnya pada ilmu-ilmu: fisika, kimia, kedokteran, pertanian, rekayasa,
bioteknologi, dan sebagainya.
SIKAPILMIAH
Sikap
ilmiah yang dimaksud adalah sikap yang seharusnya dimilikioleh seorang
peneliti.
Untuk dapat melalui proses penelitian yang baikdan hasil yang baik pula,
peneliti
harus
memiliki sifat-sifat berikut ini.
1)
Mampu Membedakan Fakta dan Opini
Fakta
adalah suatu kenyataan yang disertai bukti-bukti ilmiah dandapat
dipertanggungjawabkan
kebenarannya, sedangkan opini adalahpendapat pribadi dari
seseorang
yang tidak dapat dibuktikankebenarannya sehingga di dalam melakukan studi
kepustakaan,
seorangpeneliti hendaknya mampu membedakan antara fakta dan opini
agarhasil
penelitiannya tepat dan akurat serta dapat dipertanggungjawabkankebenarannya.
2)Berani
dan Santun dalam Mengajukan Pertanyaan danArgumentasi
Peneliti
yang baik selalu mengedepankan sifat rendah hati ketikaberada dalam satu ruang
dengan
orang lain. Begitu juga pada saatbertanya, berargumentasi, atau mempertahankan
hasil
penelitiannya
akansenantiasa menjunjung tinggi sopan santun dan menghindari
perdebatansecara
emosi. Kepala tetap dingin, tetapi tetap berani mempertahankankebenaran
yang
diyakininya karena yakin bahwa pendapatnya sudahdilengkapi dengan fakta yang
jelas
sumbernya.
3)
Mengembangkan Keingintahuan
Peneliti
yang baik senantiasa haus menuntut ilmu, ia selalu berusahamemperluas
pengetahuan
dan
wawasannya, tidak ingin ketinggalaninformasi di segala bidang, dan selalu
berusaha
mengikuti
perkembanganilmu pengetahuan yang semakin hari semakin canggih dan modern.
4)
Kepedulian terhadap Lingkungan
Dalam
melakukan penelitian, peneliti yang baik senantiasa peduliterhadap
lingkungannya dan
selalu
berusaha agar penelitian yangdilakukannya membawa dampak yang positif bagi
lingkungan dan bukan sebaliknya.
Definisi
Teknologi
Teknologi
atau pertukangan memiliki lebih dari satu definisi. Salah satunya adalah
pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong
manusia menyelesaikan masalahnya. Sebagai aktivitas manusia, teknologi mulai
dikenal sebelum sains dan teknik.
Teknologi
dibuat atas dasar ilmu pengetahuan dengan tujuan untuk mempermudah pekerjaan
manusia, namun jika pada kenyataannya teknologi malah mempersulit, layakkah
disebut Ilmu Pengetahuan?
Kata
teknologi sering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakan prinsip dan
proses penemuan saintifik yang baru ditemukan. Meskipun demikian, penemuan yang
sangat lama seperti roda juga disebut sebuah teknologi.
Definisi
lainnya (digunakan dalam ekonomi) adalah teknologi dilihat dari status
pengetahuan kita yang sekarang dalam bagaimana menggabungkan sumber daya untuk
memproduksi produk yang diinginkan( dan pengetahuan kita tentang apa yang bisa
diproduksi). Oleh karena itu, kita dapat melihat perubahan teknologi pada saat
pengetahuan teknik kita meningkat.
Teknologi
adalah satu ciri yang mendefinisikan hakikat manusia yaitu bagian dari
sejarahnya meliputi keseluruhan sejarah. Teknologi, menurut Djoyohadikusumo
(1994, 222) berkaitan erat dengan sains (science) dan perekayasaan
(engineering). Dengan kata lain, teknologi mengandung dua dimensi, yaitu
science dan engineering yang saling berkaitan satu sama lainnya. Sains mengacu
pada pemahaman kita tentang dunia nyata sekitar kita, artinya mengenai
ciri-ciri dasar pada dimensi ruang, tentang materi dan energi dalam
interaksinya satu terhadap lainnya.
Makna
Teknologi, menurut Capra (2004, 106) seperti makna ‘sains’, telah mengalami
perubahan sepanjang sejarah. Teknologi, berasal dari literatur Yunani, yaitu
technologia, yang diperoleh dari asal kata techne, bermakna wacana seni. Ketika
istilah itu pertama kali digunakan dalam bahasa Inggris di abad ketujuh belas,
maknanya adalah pembahasan sistematis atas ‘seni terapan’ atau pertukangan, dan
berangsur-angsur artinya merujuk pada pertukangan itu sendiri. Pada abad ke-20,
maknanya diperluas untuk mencakup tidak hanya alat-alat dan mesin-mesin, tetapi
juga metode dan teknik non-material. Yang berarti suatu aplikasi sistematis
pada teknik maupun metode. Sekarang sebagian besar definisi teknologi, lanjut
Capra (2004, 107) menekankan hubungannya dengan sains. Ahli sosiologi Manuel
Castells seperti dikutip Capra (2004, 107) mendefinisikan teknologi sebagai
‘kumpulan alat, aturan dan prosedur yang merupakan penerapan pengetahuan ilmiah
terhadap suatu pekerjaan tertentu dalam cara yang memungkinkan pengulangan.
Fenomena
teknik pada masyarakat
Fenomena
teknik pada masyarakat teknik, menurut Sastrapratedja (1980) memiliki ciri-ciri
sebagia berikut :
1.
Rasionalistas, artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan
yang direncanakan dengan perhitungan rasional
2.
Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah
3.
Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan
secara otomatis. Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan
non teknis menjadi kegiatan teknis
4.
Teknik berkembang pada suatu kebudayaan
5.
Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling
bergantung
6.
Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi,
bahkan dapat menguasai kebudayaan
7.
otonomi artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.
Teknologi
yang berkembang denan pesat meliputi berbagai bidang kehidupan manusia. Luasnya
bidang teknik digambarkan sebagaia berikut :
1.
Teknik meluputi bidang ekonomi, artinya teknik mampu menghasilkan barang-barang
industri. Dengan teknik, mampu mengkonsentrasikan capital sehingga terjadi
sentralisasi ekonomi
2.
Teknik meliputi bidang organisasional seperti administrasi, pemerintahan,
manajemen, hukum dan militer
3.
Teknik meliputi bidang manusiawi. Teknik telah menguasai seluruh sector
kehidupan manusia, manusia semakin harus beradaptasi dengan dunia teknik dan
tidak ada lagi unsur pribadi manusia yang bebas dari pengaruh teknik.
PENGERTIAN
KEMISKINAN
Kemiskinan
adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar
seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan.
Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar,
ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan
masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan
komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif,
dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.
Kemiskinan
dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
Gambaran
kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangansehari-hari, sandang,
perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai
situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
Gambaran
tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan
ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk
pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari
kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan
tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
Gambaran
tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna “memadai” di
sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh
dunia.
Ciri-ciri
manusia yg berada di bawah kemiskinan
mereka
yang hidup dibawah garis kemiskinan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Tidak
memiliki factor-faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, ketrampilan.
DllTidak
memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan
sendiri,
seperti untuk memperoleh tanah garapan ataua modal usahaTingkat pendidikan
mereka rendah, tidak sampai taman SD.
Kebanyakan
tinggal di desa sebagai pekerja bebas
Banyak
yang hidup di kota berusia muda, dan tidak mempunyai ketrampilan.
Fungsi-fungsi
Orang Miskin
Pertama
: adalah menyediakan tenaga kerja untuk pekerjaan kotor, tidak terhormat,
berat, berbahaya, tetapi di bayar murah.
Kedua
: kemiskinan adalah menambah atau memperpanjang nilai guna barang atau jasa.
Baju bekas yang sudah tidak terpakai dapat di jual ( atau dengan bangga di
katakan ” di infakan ”)kepada orang-orang miskin.
Ketiga
: kemiskinan adalah mensubsidi berbagai kegiatan ekonomi yang menguntungkan
orang-orang kaya. Pegawai-pegawai kecil, karena di bayar murah, petani tidak
boleh menaikan harga beras mereka untuk mensubsidi orang-orang kota.
Kempat
: kemiskinan adalah menyediakan lapangan kerja,bagaimana mungkin orang miskin
memberikan lapangan kerja ? karena ada orang miskin lahirlah pekerjaan tukang
kredit ( barang atau uang ) aktivis-aktivis LSM ( yang menyalurkan dana dari
badan-badan internasional lewat para aktivis yang belum mendapatkan pekerjaan
kantor ) belakangan kita tahu bahwa tidak ada komunitas yang paling laku di
jual oleh negara ketiga di pasaran internasional selain kemiskinan.
Kelima
: kemiskinan adalah memperteguh status sosial orang-orang kaya, perhatikan jasa
orang miskin pada perilaku orang-orang kaya baru. Sopir yang menemaninya
memberikan label bos kepadanya.Nyonya-nyonya dapat menunjukan kekuasaannya
dengan memerintah inem-inem mengurus rumah tangganya.
PENDAPAT
ilmu
pengetahuan dan teknologi memiliki kaitan yang jelas, yakni teknologi merupakan
penerapan dari ilmu pengetahuan. Selain itu, teknologi juga mengandung ilmu
pengetahuan didalamnya. Ilmu pengatahuan digunakan untuk mengatahui “apa”
sedangkan teknologi digunakan untuk mengatahui “bagaimana”. Perubahan teknologi
yang cepat dapat menyebabkan kemiskinan, karena dapat menyebabkan perubahan
sosial yang fundamental.
Tugas 9
1.
PRASANGKA,
DISKRIMINASI DAN ETNOSENTRISME
Prasangka.
Dalam konteks rasial,
prasangka diartikan:”suatu sikap terhadap anggota kelompok etnis atau ras
tertentu, yang terbentuk terlalu cepat tanpa suatu induksi ”. Dalam hal ini
terkandung suatu ketidakadilan dalam arti sikap yang diambilkan dari beberapa
pengalaman dan yang didengarnya, kemudian disimpulkan sebagai sifat dari
anggota seluruh kelompok etnis. Prasangka (prejudice) diaratikan suatu anggapan
terhadap sesuatu dari seseorang bahwa sesuatu itu buruk dengan tanpa kritik
terlebih dahulu. Baha arab menyebutnya “sukhudzon”. Orang, secara serta merta
tanpa timbang-timbang lagi bahwa sesuatu itu buruk. Dan disisi lain bahasa arab
“khusudzon” yaitu anggapan baik terhadap sesuatu.
Diskriminasi.
Diskriminasi merujuk
kepada pelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu, di mana layanan
ini dibuat berdasarkan karakteristik yang diwakili oleh individu tersebut.
Diskriminasi merupakan suatu kejadian yang biasa dijumpai dalam masyarakat
manusia, ini disebabkan karena kecenderungan manusian untuk membeda-bedakan
yang lain. Ketika seseorang diperlakukan secara tidak adil karena karakteristik
suku, antargolongan, kelamin, ras, agama dan kepercayaan, aliran politik,
kondisi fisik atau karateristik lain yang diduga merupakan dasar dari tindakan
diskriminasi
Diskriminasi langsung,
terjadi saat hukum, peraturan atau kebijakan jelas-jelas menyebutkan
karakteristik tertentu, seperti jenis kelamin, ras, dan sebagainya, dan
menghambat adanya peluang yang sama.
Etnosentrisme
Adanya sikap
primordialisme yang ada dalam masyarakat melahirkan sikap etnosentrisme.
Etnosentrisme adalah sikap menilai unsur-unsur kebudayaan lain dengan
menggunakan kebudayaan sendiri. etnosentrisme dapat diartikan pula sebagai
sikap yang menganggap cara hidup bangsanya merupakan cara hidup yang paling
baik.
Ketika suku bangsa yang
satu menganggap suku bangsa yang lain lebih rendah maka sikap demikian akan
menimbulkan konflik. Konflik tersebut, misalnya kasus sara, yaitu pertentangan
yang didasari oleh suku, agama, ras, dan antargolongan. Dampak negatif yang
lebih luas dari sikap etnosentrisme antara lain:
a. Mengurangi keobjektifan ilmu pengetahuan
b. Menghambat pertukaran budaya
c. Menghambat proses asimilasi kelompok yang
berbeda
d. Memacu timbulnya konflik sosial.
Di sisi yang lain, jika dilihat dari fungsi sosial,
etnosentrisme dapat menghubungkan seseorang dengan kelompok sehingga dapat
menimbulkan solidaritas kelompok yang sangat kuat. Dengan memiliki rasa
solidaritas, setiap individu akan bersedia memberikan pengorbanan secara
maksimal. Sikap etnosentrisme diajarkan kepada kelompok bersama dengan
nilai-nilai kebudayaan. Salah satu bukti adanya sikap etnosentrisme adalah
hampir setiap individu merasa bahwa kebudayaannya yang paling baik dan lebih
tinggi dibanding dengan kebudayaan lainnya, misalnya:
a. Bangsa Amerika bangga akan kekayaan
materinya
b. Bangsa Mesir bangga akan peninggalan
kepurbakalaan yang bernilai tinggi
c. Bangsa Prancis bangga akan bahasanya
d. Bangsa Italia bangga akan musiknya.
2. CONTOH
Contoh Prasangka
Contoh Diskriminasi
Contoh Etnosentrisme
Selasa, 01 Desember 2015
Tugas 8
PERANAN PEMUDA DALAM MASYARAKAT DAN NEGARA
Peranan pemuda di dalam masyarakat dapat dibedakan atas dua hal:
a. Peranan pemuda yang didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan. Peran yang ini pun terbagi dua:
1) Peranan pemuda sebagai individu-individu yang meneruskan tradisi, oleh sebab itu ia berusaha mentaati tradisi yang berlaku, sehingga terjadilah pelestarian kebudayaan.
2) Peranan pemuda sebagai individu-individu yang berusaha merubah tradisi, sehingga terjadilah perubahan dalam tradisi masyarakat.
Kedua jenis peran ini dapat mengakibatkan sumbangan pada usaha pembangunan maupun hambatan terhadap usaha pembangunan. Pemuda yang berusaha untuk menjadi pendukung tradisi bisa merupakan bantuan terhadap pembangunan, bisa juga menjadi penghambat/penentang pembangunan. Begitu juga pemuda yang berusaha mengubah tradisi belum tentu menguntungkan pembangunan.
b. Peranan pemuda yang menolak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Berdasarkan yang ini, juga dibedakan atas:
1) Jenis pemuda urakan: Yaitu pemuda yang tidak bermaksud untuk mengadakan perubahan dalam masyarakat, tidak ingin mengadakan perubahan akan kebudayaan, akan tetapi ingin akan kebebasan bagi dirinya sendiri, kebebasan untuk menentukan kehendak dirinya sendiri.
2) Jenis pemuda nakal: Pemuda ini juga tidak bermaksud untuk mengadakan perubahan dalam masyarakat, tidak ingin mengadakan perubahan akan kebudayaan, melainkan berusaha memperoleh manfaat dari masyarakat dengan melakukan tindakan yang mereka anggap menguntungkan dirinya tetapi merugikan masyarakat.
3) Jenis pemuda radikal: Mereka berkeinginan untuk mengadakan perubahan revolusioner. Mereka tidak puas dan tidak bisa menerima kenyataan yang mereka hadapi, dan oleh sebab itu mereka berusaha baik secara lisan maupun dalam tindakan rencana jangka panjag asal saja keadaan berubah sekarang juga. Dilihat dari sejarah, pemuda sangat berperan dalam bangsa ini. Bagaimana mereka memperjuangkan kemerdekaan, sehingga lahirlh organisasi-organisasi, Soempah Pemoeda, serta peristiwa Rengasdeklok.
Bentuk peran mahasiswa dalam Masyarakat
• Peran dalam Memperdalam dan mengembangkan diri di dalam pembidangan keilmuan yang ditekuninya sehingga dapat memiliki kemampuan untuk memikul tanggung jawab intelektualnya.
• Merupakan jembatan antara dunia teoritis dan dunia empiris dalam arti pemetaan dan pemecahan masalah-masalah kehidupan sesuai dengan bidangnya.
• Merupakan dinamisator perubahan masyarakat menuju perkembangan yang lebih baik. (agen perubahan).
• Sekaligus merupakan kontrol terhadap perubahan sosial yang sedang dan akan berlangsung.
Adapun peran mahasiswa dalam kehidupan sosial mastarakat yaitu :
Peran moral
Jika mahasiswa yang dalam kehidupanya tidak dapat memberikan contoh dan keteladanan yang baik. Jika mahasiswa telah meninggalkan amanah dan tanggung jawabnya sebagai kaum terpelajar. Jika hari ini kegiatan mahasiswa berorientasi pada hedonisme (hura – hura dan kesenangan), dan lebih suka mengisi waktu luang mereka dengan agenda rutin pacaran tanpa tahu tentang peruban di negeri ini. Dan jika hari ini mahasiswa lebih suka dengan kegiatan festival musik dan kompetisi (entertainment) dengan alasan kreatifitas, dibanding memperhatikan dan memperbaiki kondisi masyarakat. Maka mahasiswa semacam ini adalah potret “generasi yang hilang” yaitu generasi yang terlena dan lupa akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pemuda dan mahasiswa.
Peran sosial
Mahasiswa harus menumbuhkan jiwa-jiwa sosial, atau dengan kata lain solidaritas sosial. Solidaritas yang tidak dibatasi oleh sekat-sekat kelompok. Solidaritas sosial yang secara menyeluruh (universal), serta dapat melepaskan keangkuhan dan kesombongan. Mahasiswa tidak bisa melihat penderitaan orang lain, tidak bisa melihat poenderitan rakyat, tidak bisa melihat adanya kaum tertindas dan di biarkan begitu saja. Mahasiswa dengan sifat kasih dan sayangnya turun dan memberikan bantuan baik moril maupun materil bagi siapa saja yang memerlukannya. Betapa peran sosial mahasiswa jauh dari pragmatisme dan rakyat dapat merasakan bahwa mahasiswa adalah bagian yang tak dapat terpisahkan dari rakyat. Walaupun upaya yang sistimatis untuk memisahkan mahasiswa dari rakyat telah gencar dilakukan oleh pihak – pihak yang tidak ingin rakyat cerdas dan sadar akan problematika ummat yang terjadi.
Peran Akademik
Sesibuk apapun mahasiswa yang turun ke rakyat dengan aksi sosialnya, sebanyak apapun agenda aktivitasnya, jangan sampai membuat mahasiswa itu lupa bahwa mahasiswa adalah insan akademik. Mahasiswa dengan segala aktivitasnya harus tetap menjaga kuliahnya. Setiap orang tua pasti ingin anaknya selesai kuliah dan menjadi orang yang berhasil. Maka sebagai seorang anak, berusahalah semaksimal mungkin untuk dapat mewujudkan keinginan itu. Dan untuk mengukir masa depan yang cerah .
Peranan pemuda di dalam masyarakat dapat dibedakan atas dua hal:
a. Peranan pemuda yang didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan. Peran yang ini pun terbagi dua:
1) Peranan pemuda sebagai individu-individu yang meneruskan tradisi, oleh sebab itu ia berusaha mentaati tradisi yang berlaku, sehingga terjadilah pelestarian kebudayaan.
2) Peranan pemuda sebagai individu-individu yang berusaha merubah tradisi, sehingga terjadilah perubahan dalam tradisi masyarakat.
Kedua jenis peran ini dapat mengakibatkan sumbangan pada usaha pembangunan maupun hambatan terhadap usaha pembangunan. Pemuda yang berusaha untuk menjadi pendukung tradisi bisa merupakan bantuan terhadap pembangunan, bisa juga menjadi penghambat/penentang pembangunan. Begitu juga pemuda yang berusaha mengubah tradisi belum tentu menguntungkan pembangunan.
b. Peranan pemuda yang menolak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Berdasarkan yang ini, juga dibedakan atas:
1) Jenis pemuda urakan: Yaitu pemuda yang tidak bermaksud untuk mengadakan perubahan dalam masyarakat, tidak ingin mengadakan perubahan akan kebudayaan, akan tetapi ingin akan kebebasan bagi dirinya sendiri, kebebasan untuk menentukan kehendak dirinya sendiri.
2) Jenis pemuda nakal: Pemuda ini juga tidak bermaksud untuk mengadakan perubahan dalam masyarakat, tidak ingin mengadakan perubahan akan kebudayaan, melainkan berusaha memperoleh manfaat dari masyarakat dengan melakukan tindakan yang mereka anggap menguntungkan dirinya tetapi merugikan masyarakat.
3) Jenis pemuda radikal: Mereka berkeinginan untuk mengadakan perubahan revolusioner. Mereka tidak puas dan tidak bisa menerima kenyataan yang mereka hadapi, dan oleh sebab itu mereka berusaha baik secara lisan maupun dalam tindakan rencana jangka panjag asal saja keadaan berubah sekarang juga. Dilihat dari sejarah, pemuda sangat berperan dalam bangsa ini. Bagaimana mereka memperjuangkan kemerdekaan, sehingga lahirlh organisasi-organisasi, Soempah Pemoeda, serta peristiwa Rengasdeklok.
Bentuk peran mahasiswa dalam Masyarakat
• Peran dalam Memperdalam dan mengembangkan diri di dalam pembidangan keilmuan yang ditekuninya sehingga dapat memiliki kemampuan untuk memikul tanggung jawab intelektualnya.
• Merupakan jembatan antara dunia teoritis dan dunia empiris dalam arti pemetaan dan pemecahan masalah-masalah kehidupan sesuai dengan bidangnya.
• Merupakan dinamisator perubahan masyarakat menuju perkembangan yang lebih baik. (agen perubahan).
• Sekaligus merupakan kontrol terhadap perubahan sosial yang sedang dan akan berlangsung.
Adapun peran mahasiswa dalam kehidupan sosial mastarakat yaitu :
Peran moral
Jika mahasiswa yang dalam kehidupanya tidak dapat memberikan contoh dan keteladanan yang baik. Jika mahasiswa telah meninggalkan amanah dan tanggung jawabnya sebagai kaum terpelajar. Jika hari ini kegiatan mahasiswa berorientasi pada hedonisme (hura – hura dan kesenangan), dan lebih suka mengisi waktu luang mereka dengan agenda rutin pacaran tanpa tahu tentang peruban di negeri ini. Dan jika hari ini mahasiswa lebih suka dengan kegiatan festival musik dan kompetisi (entertainment) dengan alasan kreatifitas, dibanding memperhatikan dan memperbaiki kondisi masyarakat. Maka mahasiswa semacam ini adalah potret “generasi yang hilang” yaitu generasi yang terlena dan lupa akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pemuda dan mahasiswa.
Peran sosial
Mahasiswa harus menumbuhkan jiwa-jiwa sosial, atau dengan kata lain solidaritas sosial. Solidaritas yang tidak dibatasi oleh sekat-sekat kelompok. Solidaritas sosial yang secara menyeluruh (universal), serta dapat melepaskan keangkuhan dan kesombongan. Mahasiswa tidak bisa melihat penderitaan orang lain, tidak bisa melihat poenderitan rakyat, tidak bisa melihat adanya kaum tertindas dan di biarkan begitu saja. Mahasiswa dengan sifat kasih dan sayangnya turun dan memberikan bantuan baik moril maupun materil bagi siapa saja yang memerlukannya. Betapa peran sosial mahasiswa jauh dari pragmatisme dan rakyat dapat merasakan bahwa mahasiswa adalah bagian yang tak dapat terpisahkan dari rakyat. Walaupun upaya yang sistimatis untuk memisahkan mahasiswa dari rakyat telah gencar dilakukan oleh pihak – pihak yang tidak ingin rakyat cerdas dan sadar akan problematika ummat yang terjadi.
Peran Akademik
Sesibuk apapun mahasiswa yang turun ke rakyat dengan aksi sosialnya, sebanyak apapun agenda aktivitasnya, jangan sampai membuat mahasiswa itu lupa bahwa mahasiswa adalah insan akademik. Mahasiswa dengan segala aktivitasnya harus tetap menjaga kuliahnya. Setiap orang tua pasti ingin anaknya selesai kuliah dan menjadi orang yang berhasil. Maka sebagai seorang anak, berusahalah semaksimal mungkin untuk dapat mewujudkan keinginan itu. Dan untuk mengukir masa depan yang cerah .
Tugas 7
Gambaran Kehidupan Sosial Masyarakat Indonesia
Indonesia terdiri dari banyak pulau, oleh karena itu, tidak menjadi sebuah pertanyaan apabila rakyat Indonesia ini memiliki begitu banyak jenis masyarakat, baik budaya, kultur, Bahasa, sejarah, dll. Begitu pula dengan gambaran kehidupan msayarakat Indonesia. Masih banyak ketidaksetaraan kehidupan masyarakat di kota dengan di desa. Ini disebabkan oleh karena begitu banyak dan luasnya wilayah kesatuan negara republic Indonesia ini. Dalam konteks kehidupan social masyarakat Indonesia, saya melihat masih terdapat kesenjangan social yang sangat sangat besar. Hal ini dikarenakan bukan factor pemerintah semata, namun juga pola pikir masyarakat Indonesia ini, khususnya yang tinggal di daerah, hal ini karena prioritas mereka dalam hidup adalah yang penting bisa bertahan hidup. Mereka cenderung belum memikirkan kehidupan masa depan mereka sendiri. Hal ini terbukti dengan tingkat pendidikan masyarakat yang belum maksimal dalam menggunakan kemudahan-kemudahan yang sudah diupayakan oleh pemerintah. Dalam hal ini adalah pendidikan gratis yang sudah menjadi program pemerintah dari beberapa waktu yang lalu, mereka akan lebih memilih supaya anak anak mereka membantu orang tuanya untuk mencari sumber kehidupan dengan cara bercocok tanam. Sehingga secara turun temurun, kehidupan masayarakat di daerah cenderung tertinggal dibanding dengan masyarakat perkotaan. Masyarakat di kota sudah memiliki pola pikir yang lebih modern, sehingga cara merreka menghadapi masa depan sudah lebih baik di banding masyarakat di desa. Hal ini tercermin dari pola pendidikan yang mereka jalankan. Pada masyarakat kota, mereka akan memprioritaskan pendidikan dibanding dengan kebutuhan kebutuhan yang lainnya. Sehingga pola pikir anak anak mereka juga akan cenderung lebih kreatif dan inovarif dibanding masyarakat di daerah.
Kehidupan social yang ideal bagi masyarakat Indonesia menurut saya,
Bukan rahasia lagi kalau negara kita ini kaya akan potensi, baik potensi sumber daya alam, maupun sumber daya manusianya sendiri. Pemerintah harus benar benar serius dalam memperhatikan isu ini, mengingat pemerintah sendiri lah yang harus memberikan arahan, dan juga aturan supaya potensi potensi yang ada dalam bangsa ini bisa dengan maksimal tercapai. Belakangan ini saya melihat sudah mulai ada perubahan ke arah yang lebih baik, ini tercermin dalam beberapa kebijakan pemerintah pusat maupun daerah yang sangat concer pada keadaan ini. Dengan program pendidikan gratis 9 tahun, paling tidak akan bisa membantu masyarakat di daerah khususnya untuk memberikan kesempatan kepada anak anak mereka untuk mengenyam pendidikan karna sudah sangat terbantu dengan program ini, mengingat tanpa mengeluarkan biaya apapun, anak anak mereka bisa lebih mengenal dunia pendidikan. Sehingga secara otomatis pola pikir mereka juga akan menjadi lebih modern dan inovatif. Meskipun demikian, pemerintah harus lebih maksimal lagi untuk mendorong masyarakat di daerah supaya mereka memahami betapa pentingnya pendidikan untuk kehidupan social masa depan anak anak mereka sendiri. Hal inilah yang harusnya bisa mendorong perubahan social yang masih sangat besar di negara ini supaya menjadi lebih baik, dan kesenjangan kehidupan social itu bisa dengan cepat bisa merata di setiap wilayah negri ini.
Langganan:
Postingan (Atom)